Chapter 2 : Terciptanya Perasaan Bersalah
"Kakak,ini permohonanku padamu"
ucap Shigumi sambil mendekatiku sedikit demi sedikit.aku tidak tau perasaan apa yang sedang dirasakan Shigumi,tapi yang pasti mukanya mulai memerah.Dan akhirnya wajahnya tepat di depan mukaku,dan mungkin hanya berjarak setengah jengkal dari wajahku yang sedang berbaring.
"Aku hanya ingin kakak mengingat semua tentangku,semua yang pernah kita lalui bersama-sama,dan semua tentang kita"
Ujar shigumi dengan lembut.Aku tidah bisa menolak atau melawannya jika dalam keadaan seperti ini,yang bisa kulakukan hanya diam.Dan saat itu juga aku merasakan perasaan yang sangat aneh,yaitu dimana jantungku berdetak sangat kencang dan aku merasa gelisah,sampai-sampai aku tidak bisa melakukan apapun.
"A-aku tidak bisa mewujudkan permohonanmu Shigumi,maaf"
Dia sangat kaget dan mulai menjauh dariku.
"Kenapa kak?,Kenapa!!!!"
Ujarnya dengan nada sangat kecewa dan merasa pedih,dia mulai menjatuhkan air mata sedikit demi sedikit. dia seperti tidak percaya kalau aku menolaknya,memangnya aku yang dulu itu seperti apa?,apa dulu aku orang yang sangat baik?.
"Memangnya aku yang dulu sangat penting bagimu?"
"Ya!!,kakak itu sangat penting bagiku"
Ujarnya sambil menangis dan memaksakan diri untuk menjawab.Aku heran kenapa dia sangat menginginkan aku yang dulu.
"Ternyata kakak memang melupakan janji itu"
"Janji? yang mana?"
"Sudahlah,aku tau kakak sudah melupakannya"
Ujar Shigumi sambil berlari keluar dari kamarku,Setelah itu aku mendengar suara tangisan yang lumayan kencang dari kamar sebelah,kamar adikku.Aku merasa sangat bersalah terhadapnya,jadi aku putuskan untuk kembali mengingat semua tentang aku yang dulu,semuanya,termasuk tentang janji itu.Karena aku tidak ingin Shigumi terus menerus menangis.jadi aku merencanakan sesuatu secara diam-diam.
Keesokan harinya…
"Kakak,bangun,sudah pagi"
Aku dibangunkan oleh adikku di pagi yang cerah,walaupun masih sedikit mengantuk.
"Kakak,aku sekolah dulu,sarapannya sudah aku siapkan di meja"
Aku tidak menjawab ataupun berterima kasih padanya,dan yang kulakukan hanya membelakanginya,karena aku ingin Shigumi cepat keluar dari rumah.Setelah ia keluar dan menutup pintu,aku keluar dari kamar dan yang kulakukan bukan menuju meja untuk sarapan,melainkan aku menuju kamar Shigumi untuk mencari sesuatu.Dan akhirnya aku menemukan yang kucari,yaitu Buku Harian milik Shigumi,karena siapa tau aku bisa mendapatkan sedikit Memoriku kembali dari buku itu.Aku tahu bahwa tindakanku ini tidak baik,tapi ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan kembali memoriku,termasuk janji itu.
"Apa tidak apa-apa bila aku membuka ini?"
ujar ku dengan sedikit gelisah dan ragu-ragu.Lalu,aku membukanya dan membacanya,banyak kenangan yang ia tulis disitu dari yang menyenangkan bahkan sampai yang memalukan dan menyedihkan.Dan akhirnya setelah lama mencari,aku menemukan janji itu,dihalaman 431 terdapat sebuah janji yang menjelaskan semuanya,dihalaman itu bertuliskan : "Hari ini,tanggal 9 January 2015 aku pergi ke bukit bersama kakak,saat di puncak aku dan kakak membuat kesepakatan yaitu kakak berjanji tidak akan meninggalkanku sendirian,tapi sebagai gantinya aku harus selalu menurut pada kakak tanpa membantah sedikitpun.Memang tidak adil,tapi aku sangat senang^^".Dan aku baru menyadarinya,kenapa dia sangat menurut padaku walaupun mendesak,dan aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu,berarti secara logis aku telah meninggalkannya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
dengan bingung aku mengatakan itu sambil mengembalikan buku ke kamarnya.Lalu tak lama kemudian,Shigumi pulang.
"Kakak,aku pulang"
Ujar Shigumi dengan nada datar sambil memasuki rumah.Aku meninggalkan selembar kertas di meja kamar Shigumi,lalu berlari ke Lantai 3Rumahku atau bisa disebut atap.Lalu diapun datang menemuiku di atap.
"Ada apa kak?"
Lalu aku berbalik ke arahnya.aku memandangnya dengan tatapan yang serius,sangat serius.
"Shigumi,tolong dengarkan aku"
ujarku dengan nada sangat serius.
"Ada apa kak?,apa sesuatu yang penting?,tolong cepatlah,aku mau tidur"
ujar Shigumi dengan nada malas,Aku mulai kesal dengan tingkahnya .Tapi,aku tau betul bagaimana perasaan dan kondisi hatinya. Lalu, aku dengan cepat menariknya dan memeluknya,Shigumi sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan.Tapi,aku harus melakukannya untuk menenangkan hatinya dan membuatnya melupakan kesedihan yang sedang ia alami saat ini.
"A-ada apa kak?,jika kakak membutuhkanku katakan saja padaku"
ujar Shigumi yang tiba-tiba khawatir saat kupeluk.
"Shigumi,A-aku tidak akan meninggalkanmu lagi walaupun aku bukan kakakmu yang dulu"
Aku hanya berharap reancanaku ini berhasil,dan semoga saja Shigumi adalah orang yang mudah untuk ditebak.Dan mungkin Shigumi terkejut karena aku mengetahui janji itu.
"Aku akan mencoba mengingat semuanya,Shigumi"
"Jika benar begitu,aku akan membantumu sebisaku,Kakak"
ujar Shigumi yang meyakinkanku dan mendukungku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar