Light Novel Memori Chapter 1
Chapter 1 : Awal dari Semuanya
Namaku Luthfi,Metaro Luthfi aku berasal dari keluarga yang biasa saja.Aku adalah anak ke 1 dari 2 bersaudara.Aku dan adikku bersekolah di SMA Ryokitsu tepatnya aku kelas 3 dan adikku kelas 1,adikku bernama Metaro Shigumi yang mempunyai kepribadian normal sama sepertiku dan rambut berwarna hitam panjang yang di kucir dua.Semua kejadiannya dimulai ketika aku terpeleset dan jatuh dari tangga,lalu kepalaku terbentur.
"Fi…!!"
Ujar temanku yang bernama Rikizaru Migi teman 1 kelasku
"Kepalamu berdarah.Fi!,apa kamu bisa mendengarku?,Fi!!!."
Teriakan Migi yang berusaha membangunkanku.Tapi apa daya,yang terjadi akupun tak kunjung bangun.Akupun tersadar di tempat yang tidak ku kenal yang sebenarnya tempat itu adalah UKS,Dan ada seorang yang tidak aku kenal yang sebenarnya itu adalah Shigumi,adikku sendiri.
"Kakak!!.Syukurlah…,Ternyata kakak masih bisa bangun."
Dengan nada kaget dan bahagia Shigumi memanggilku,Lalu Shigumipun memelukku.
"M-maaf,kamu siapa ya?"
Dengan nada yang sangat polos,aku mengatakan itu kepada Shigumi.kata itu membuat Shigumi kaget dan melepaskan pelukannya.
"Ka-kakak?.Apa kakak baik-baik saja?.Atau,kakak hilang ingatan?
Shigumi mengatakan itu dengan nada menyesal dan sedih,lalu Shigumi menjadi lemas dan menangis,itu membuatku bingung karena aku tidak tahu apa-apa.
"Kenapa kamu menangis?"
Aku mengatakannya lagi-lagi dengan nada yang polos dan bingung.Lalu Shigumipun meninggalkan UKS sambil menangis,itu membuatku semakun bingung.
"Dia itu kenapa ya?.Dan,Sekarang aku ada dimana?
"Sekarang kamu berada di UKS"
Ucap Dokter dengan tegas dan mengagetkanku.Tapi itu malah membuatku lebih bingung
"U-UKS? apa itu?.dan maaf,anda siapa?"
"Saya Dokter,UKS itu Unit Kesehatan Sekolah.Kepalamu tadi terbentur karena jatuh dari tangga sekolah,dan kamu sekarang mengalami Amnesia"
Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dokter itu katakan,dan membuatku lebih bingung.
"A-amnesia?"
"Iya,Amnesia adalah Hilang ingatan.Detailnya Amnesia adalah penyakit yang membuat orang yang menderitanya kehilangan Memori sementara atau bahkan selamanya"
Ucapan dokter itu membuatku terkejut sekaligus membuatku semakin tidak mengerti,Lalu dokterpun meninggalkan ruang UKS,Shigumi yang sudah menunggu dokter di pintu masuk UKS langsung bertanya pada dokter.
"Jadi gimana dokter,apa kakak baik-baik saja?"
tanya Shigumi dengan sangat serius.
"Sepertinya tidak,kakakmu mengalami amnesia"
Jawaban dokter itu membuat Shigumi makin sedih dan Kecewa.
"Ternyata benar,Sementara atau selamanya?"
"Entahlah,sepertinya kakakmu harus membuat kenangan dari awal lagi"
Shigumi tidak percaya dengan apa yang dikatakan Dokter
"TIDAK!!!,Dokter katakan padaku,apa ada cara untuk membuat kakak kembali seperti semula?"
Shigumi berbicara sangat keras dan memaksa,sambil mengeluarkan sedikit air mata
"Cara terakhir adalah dengan memperlihatkan atau melakukan apapun yang selalu diingat kakakmu setiap saat"
"Apa ada cara lain lagi?"
Dokterpun menggelengkan kepalanya dan membuat Shigumi merasa mempunyai kesempatan.
"Mungkin untuk sekarang,kamu harus membimbing kakakmu setiap saat"
"Iya,akan aku lakukan.Terima Kasih Dokter"
"Baiklah,saya pamit dulu"
Dengan wajah sedikit senang,Shigumi melihatku dari kaca ruang UKS.Waktu berjalan dengan cepat,bel pulangpun berbunyi.Shigumi berlari menuju ruang kepala sekolah.
"Permisi"
"Silahkan masuk"
Shigumi masuk dengan perlahan dan berbicara empat mata dengan kepala sekolah sambil terengah-engah.Itu semua dia lakukan,Untukku.
"Pa,bagaimana dengan kakakku?"
tanya Shigumi pada kepala sekolah dengan penuh harap
"Luthfi ya?,kudengar dia terpeleset dari tangga,dan sekarang dia mengalami amnesia,Walaupun itu tanggung jawab sekolah,tapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah.Bapa harap amnesia kakakmu hanya sementara,karena sekolah sangat membutuhkan keahliannya dalam bidang kesenian ,tetapi jika amnesianya selamanya maka kami akan melepasnya karena dia tidak mengerti apapun tentang pelajaran"
"Tidak Mungkin"
Ucap Shigumi yang merasa tidak percaya dengan kata-kata kepala sekolah. Rasa Tidak percaya,dan Sedih membuat perasaan di hatinya bercampur,dan membuatnya mengeluarkan air mata.
"Kenapa?,kenapa ini harus terjadi?"
Shigumi masih tidak percaya dengan semua yang terjadi padaku
"Bapa tau perasaanmu sebagai adiknya.Tapi bersabarlah,semuanya akan membaik"
"Baiklah,terima kasih pa"
Setelah itu Shigumi menuju ruang UKS untuk menjemputku.
"Kakak,ayo pulang bersamaku"
"Kamu perempuan yang tadi,Ada yang ingin aku tanyakan padamu,kenapa tadi kamu menangis?,dan Kakak?,lalu pulang kemana?
Shigumi menjawab dan menjelaskan semuanya dengan lembut dan perlahan,semakin lama akupun semakin mengerti dengan apa yang dia maksud
"Baiklah kakak,ayo pulang"
"Ba-baiklah"
Karena aku tidak tahu jalan pulang,jadi Shigumi menuntunku sampai kerumah,sesampainya di rumah,aku tidak yakin bahwa rumah itu adalah rumahku.
"Kita sampai…"
Ujar Shigumi dengan ceria dan nada yang tinggi
"Apa benar ini rumah kita?,terlihat sepi"
"Pasti sepi,ibu dan ayah kan Berkerja dan tinggal di luar kota.Ayo masuk"
Shigumi menarik tanganku dan kami berdua pun masuk ke rumah,tanpa satu pun suara, rumahku terasa sangat hening dan dingin.
"Apa kakak lapar?"
"L-lapar? s-sedikit"
Shigumi pun terkejut karena ada sesuatu yang masih aku ingat,padahal ia belum menjelaskannya
"Kakak!!,darimana kakak tau kata"Lapar"?,padahal aku belum menjelaskannya"
"Entahlah,kata itu tiba-tiba terlintas di kepalaku bersamaan dengan perutku yang berbunyi"
Itu membuat Shigumi penasaran,dan membuatnya bertanya kepadaku.
"Apa hanya kata itu?,Apa ada yang bisa diingat lagi?"
"Sepertinya hanya itu,Aku tidak bisa mengingat yang lainn- Aduh!,Kepalaku tiba-tiba sakit"
Akupun memegang kepalaku yang di perban karena kesakitan,Shigumi pun kaget dan langsung menarikku menuju kamar yang tidak ku ketahui yang sebenarnya adalah kamarku sendiri.Lalu Shigumi menyuruhku untuk berbaring.
"M-m-m-maaf,aku malah menyuruh kakak untuk mengingat sesuatu dalam keadaan seperti ini"
"Tidak apa-apa ko"
Lagi-lagi aku mengatakan sesuatu dengan sangat polos dan datar karena aku belum mengetahui jenis ekspresi.
"Aku mau buat bubur dulu,kakak tunggu sebentar ya"
Ucap Shigumi sambil tersenyum,aku tidak membalas senyumannya karena aku tau bahwa itu hanya senyuman palsu untuk menghiburku dan dirinya sendiri.Tapi tetap saja,aku beruntung mempunyai adik seperti dia.
"Ini kak,Apa kakak sudah ingat sesuatu?"
tanya shigumi dengan lembut dan perlahan,aku tau bahwa dia ingin aku kembali seperti semula dan akupun ingin kembali seperti dulu supaya shigumi senang.Tapi,itu tak semudah yang kukira,tidak ada satupun memori tentang masa kecilku yang kuingat,Satupun.Sekarang yang kubisa hanyalah memandangi makanan tanpa memakannya.
"Haduh….Kakak ini,begini cara memegang sendok"
Dia mengajari semua hal yang belum kutau dengan sabar dan penug harap.
"Kakak,aku akan memberi tahu ayah dan ibu tentang ini,tunggu sebentar ya"
"Tidak perlu,aku tidak ingin membuat mereka khawatir"
Jawabku dengan cepat.Aku tidak tau bagaimana sifatku dulu,baik atau pemarah. yang pasti aku tau bahwa Shigumi sangat menurut padaku.
"Yasudah"
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar